Langsung ke konten utama

Peran Opini dalam Media Massa Khususnya Surat Kabar atau Koran


Ada bermacam macam opini dalam surat kabar yaitu, Tajuk Rencana, Karikatur, Pojok, dan Artikel. Semuanya berperan penting untuk menjadikan surat kabar lebih bervariasi dalam menampilkan opini opini publik yangberaneka ragam. Hal ini adalah bukti dari kebebasan dalam mengeluarkan pendapat.
Pada rubrik opinilah kita bisa membuka mata kita untuk melihat sisi lain dari suatu kejadian yang ada, dari pendapat orang atau suatu media. Pada rubrik opinilah seorang redaktur dapat mewakili medianya untuk meyalurkan pendapat atau kritikan pada suatu peristiwa yang sedang terjadi. Karena berbeda dengan dahulu, kini pers telah bebas untuk mengaspirasikan pendapat dan mengkritik.
Opini berperan penting dalam surat kabar. Karena dengan adanya rubrik opini, surat kabar dapat menawarkan sesuatu yang berbeda dari media massa lainnya. Tajuk Rencana, Pojok, dan Karikatur tidak dapat ditemukan di media massa lain. Hal tersebut membuat media cetak atau surat kabar menjadi lebih unggul. Meski Tajuk Rencana dan Artikel hampir sama bentuknya, namun tetap ada perbedaan di dalam keduanya yaitu Tajuk Rencana mengatasnamakan surat kabar sedangkan Artikel mengatasnamakan seseorang.

Tajuk Rencana merupakan tulisan opini dalam surat kabar yang ditulis sesuai dengan pandangan atau sikap surat kabar terhadap peristiwa atau masalah yang sedang hangat di tengah-tengah masyarakat. Karena Tajuk Rencana merupakan pandangan surat kabar, maka dalam Tajuk Rencana didasarkan pada kebijakan surat kabar yang bersangkutan. Kebijakan surat kabar ada yang pro pemerintah dan ada pula yang independen. Oleh karena itu, topik yang dikomentari maupun cara pandang Tajuk Rencana bisa berbeda dan bisa pula bertentangan antara satu surat kabar dengan surat kabar yang lain. Surat kabar yang kebijakannya pro pemerintah, dalam Tajuk Rencananya akan mendukung kebijakan pemerintah sedangkan surat kabar independen, dalam Tajuk Rencananya akan mengkritik kebijakan pemerintah sekaligus mengajukan argumen surat kabar tersebut.
Tajuk Rencana memiliki 4 fungsi, yaitu;
1.   Menjelaskan berita, maksudnya adalah Tajuk Rencana yang menjelaskan  serta menjabarkan sebuh berita atau peristiwa dan akibatnya pada masyarakat. Fungsi Tajuk Rencana yang pertama ini biasanya dilakukan oleh surat kabar yang pro terhadap kebijakan pemerintah.
2.   Mengisi latar belakang,  artinya Tajuk Rencana juga mengisi latar belakang dari kaitan berita tersebut dengan kenyataan sosial dan faktor yang mempengaruhi dengan lebih menyeluruh.
3.   Meramalkan masa depan, maksudnya adalah Tajuk Rencana terkadang juga  ramalan atau analisis kondisi yang berfungsi untuk mempersiapkan masyarakat akan kemungkinan-kemungkinan yang dapat terjadi.
4.   Meneruskan suatu penilaian moral, dimana Tajuk Rencana akan berisi penilaian kritis terhadap masalah atau berita yang disorot atau dikomentari.

Pojok merupakan sebuah rubrik khas yang ada di Indonesia, Pojok diletakkan di bagian pojok rubrik opini, sehingga tidak heran jika tulisan ini dinamakan pojok. Pojok pada umumnya terdiri dari dua kalimat singkat, yakni satu kalimat berita satunya lagi kalimat tanggapan atau kritikan. Kalimat yang digunakan haruslah sebuah sinis namun lucu untuk menyindir peristiwa tersebut.

Rubrik Pojok bersifat sama seperti Tajuk Rencana dan Karikatur yaitu merupakan cerminan sikap surat kabar. Pojok pertama kali muncul di surat kabar Kaoem Moeda tahun 1913 dengan nama Iseng-Iseng. Tetapi, meski namanya Iseng-Iseng dan penulisnya menggunakan nama samaran Keok, rubrik ini menjadi andalan surat kabar Kaoem Moeda dan rubrik ini ditiru berbagai surat kabar dan majalah lainnya dengan banyak nama: Pojok, Sudut, Jamblang Kocok dan lain-lain. Namun kata yang paling sering merujuk pada tulisan ini adalah Pojok.

Karikatur juga biasa disebut kartun-editorial. Karikatur merupakan kolom gambar sindiran yang mengandung sebuah kritikan atau mengomentari berita dan isu yang sedang ramai dibahas di masyarakat dan dimuat di sebuah koran di rubrik opini. Peran Karikatur sangat penting karena merupakan bentuk opini yang mencerminkan sikap Koran yang bersangkutan. Media utama karikatur bukan bahasa melainkan gambar. Karikatur berisi gambar kartun yang mirip dengan tokoh terkenal dengan tujuan menyindir tokoh tersebut namun karikatur dapat menghibur pembaca karena gambar yang dibuat memang sengaja lucu tapi sebenarnya menyindir.

Sedikit berbeda dengan Tajuk Rencana, Artikel adalah tulisan atau tanggapan seseorang terhadap peristiwa atau masalah yang sedang hangat di tengah-tengah masyarakat. Artikel ada dua jenis yaitu artikel kolom dan artikel populer. Artikel kolom adalah artikel yang dibuat berisi peristiwa atau masalah yang sedang hangat di tengah-tengah masyarakat. Sedangkan artikel populer adalah artikel yang berisi pemaparan sesuatu hal yang bermanfaat bagi sekelompok orang yang membutuhkan informasi tersebut.
Jadi dapat disimpulkan bahwa peran opini dalam sebuah surat kabar bisa dibilang penting. Karena menjalan tiga dari empat fungsi pers, yaitu sebagai media edukasi, sebagai media kontrol sosial, dan juga sebagai media hiburan. Tajuk Rencana dan artikel dapat masuk kedalam fungsi pers yaitu media edukasi. Karena Tajuk Rencana memberikan wawasan yang luas kepada pembaca.
Sesuai juga dengan fungsi Tajuk rencana mengisi latar belakang. Tajuk rencana akan memberikan kaitan satu berita/peristiwa dengan realitas sosial lainnya, hal tersebut akan menambah wawasan para pembaca, disitulah peran Tajuk Rencana sebagai media edukasi. Sedangkan artikel, bisa berisikan tentang apapun secara umum baik itu tips, hingga mengkritik masalah masalah sosial yang ada. Hal ini juga dapat menambah wawasan para pembaca.
Sedangkan pada fungsi kontrol sosial diberikan kepada empat rubrik opini yaitu Tajuk Rencana, artikel, pojok dan karikatur karena semuanya memberikan kritik dan tanggapan seseorang ataupun surat kabar terhadap sesuatu peristiwa yang masih hangat di tengah-tengah masyarakat. Pojok dan karikatur turut membantu surat kabar menjalankan fungsinya yang keempat, yaitu memberikan hiburan karena pojok dan karikatur menyampaikan kritikannya dengan cara “nyentil” dan lucu.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Memperkenalkan Musang Lewat "Musang Lovers Jakarta"

Komunitas Musang Lover Jakarta yang sedang swafoto bersama Musang Lovers Jakarta (MLJ) adalah suatu komunitas yang terbentuk atas dasar kecintaannya terhadap berbagai jenis musang di dunia. Musang Lovers berdiri pada tanggal 26 februari 2012. Musang Lovers secara teratur mengadakan gathering di setiap regional demi mempererat silaturahmi sesama Musang Lovers.   MLJ berada dibawah MLI(Musang Lovers Indonesia), sama sama komunitas musang namun berbeda tingkatannya. Di Jakarta terdapat 12 Homebase yang masing masing Hombase mempunyai sekitar 40 sampai 60 member aktif. Salah hombase di regional Jakarta selatan berada di Taman Honda. Setiap minggu pagi diadakan gathering di Taman Honda bagi para pencinta musang. Tujuan dari diadakannya gathering ini untuk mensosialisasikan musang kepada masyarakat agar masyarakat bisa mengetahui bahwa musang bukan hanya hama tetapi musang juga bisa menjadi hewan peliharaan yang lucu dan eksotis, dan juga agar musang terjaga kelestariannya. S...

Melestarikan Budaya Sambil Usaha

Hidayat yang sedang menjual tahunya Berjualan tahu Bepuluh tahun dilakukannya dengan penuh keceriaan, melantunkan pantun kepada setiap calon pembeli merupakan ciri khasnya. Dengan ciri khasnya itu banyak warga yang tertarik membeli tahunya. “ Tahu nih tahu, yang belom tahu nih ane kasih tahu,“ kata Hidayat , yang biasa di sapa bang dayat saat menawarkan dagangan tahunya. Sambil memberhentikan sepeda ontelnya yang sudah berkarat di kerumunan banyak orang dayat melantunkan pantun yang merupakan ciri khasnya selama berjualan tahu. Banyak pantun yang di lantunkannya untuk menyapa warga sekitar, “ siang siang makan es belewah makannye pake sendok baja saye liat yang pake baju merah eh die lagi duduk aja,” kata dayat menyapa warga sekitar dengan pantunnya. Anak anak senang mendengar lantunan pantunya “ lagi dong bang lagi “ seru bocah laki laki yang sedang bermain namun terhenti untuk mendengar lantunan pantunnya.   “ Ya untuk menghibur aja ini mah sembari melestarikan ...