![]() |
| Hidayat yang sedang menjual tahunya |
Berjualan
tahu Bepuluh tahun dilakukannya dengan penuh keceriaan, melantunkan pantun
kepada setiap calon pembeli merupakan ciri khasnya. Dengan ciri khasnya itu
banyak warga yang tertarik membeli tahunya.
“
Tahu nih tahu, yang belom tahu nih ane kasih tahu,“ kata Hidayat, yang
biasa di sapa bang dayat saat menawarkan dagangan tahunya. Sambil
memberhentikan sepeda ontelnya yang sudah berkarat di kerumunan banyak orang
dayat melantunkan pantun yang merupakan ciri khasnya selama berjualan tahu.
Banyak
pantun yang di lantunkannya untuk menyapa warga sekitar, “ siang siang makan es
belewah makannye pake sendok baja saye liat yang pake baju merah eh die lagi
duduk aja,” kata dayat menyapa warga sekitar dengan pantunnya.
Anak
anak senang mendengar lantunan pantunya “ lagi dong bang lagi “ seru bocah laki
laki yang sedang bermain namun terhenti untuk mendengar lantunan pantunnya. “ Ya untuk menghibur aja ini mah sembari
melestarikan budaya betawi, anak anak kan juga jadi pada suka kalo pake pantun
gini “, ujar dayat sembari melayani
pembeli.
Perkembangan
zaman yang membuat anak kecil zaman sekarang mulai melupakan kebudayaan membuat
pantun pantun yang dilontarkan Dayat terdengar lebih menarik. Bahkan tak jarang
orang dewasa juga ikut terkesan dengan gayanya yang sering mmbuat pantun
tentang warga sekitar. Apapun yang dia lihat bisa dijadikan pantun olehnya.
Dengan
peci di kepalanya dia berjualan tahu memutari daerah Kalibata, walaupun
rumahnya sekarang berada di Lenteng Agung dia harus menempuh jarak yang cukup
jauh setiap harinnya. Demi menghidupi istri dan dua oeang anaknya.
“Untungnya
sih ya insyaallah cukup buat sehari-hari tapi kan kesini juga pake motor jadi
ada tambahan pengeluaran buat bensin “ ungkapnya. Tahu yang di jualnya juga
bukan dibuat sendiri melainkan mengambil dari pabrik tahu.
Dayat
setiap hari berangkat setelah sholat ashar dan pulang sehabis maghrib, dengan
Motornya yang dititipkan di Pabrik tahu tempatnya mengambil tahu. Karena jarak
yang jauh terkada dia juga pulang agak larut karena tahunya yang belum laku
terjual.

Komentar
Posting Komentar